Tentang Kami

SEJARAH SINGKAT AKPER METUARI WAYA MANADO

Sejalan dengan perkembangan zaman serta didorong oleh rasa tanggung jawab bersama sebagai Warga Negara RI, sejalan dengan Garis-Garis Besar Haluan Negara Tahun 1993 mengatakan bahwa, dalam pembangunan Jangka Panjang Tahap III pembangunan kesehatan diarahkan antara lain untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Semuanya harus didukung oleh sumberdaya manusia yang cukup memadai serta handal dalam bidang kesehatan. Pembangunan kesehatan masih perlu terus ditingkatkan dengan lebih mengembangkan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) kesehatan secara benar dan bertanggung jawab, maka Badan Pengurus Yayasan Metuari Waya Esa Manado mendirikan Akademi Keperawatan yang diberi nama  AKADEMI KEPERAWATAN METUARI WAYA MANADO, nama Metuari Waya berasal dari bahasa yang ada di Minahasa Propinsi Sulawesi Utara yaitu bahasa Toutemboan yang artinya kita semua bersaudara dengan menggunakan lambang.


Dian

Lambang Keperawatan

Sejarah Tokoh Keperawatan Internasional Florence Nightingale, dengan membawa dian mengadakan ronda malam untuk melayani pasien korban perang Krim. Keteladanan dan pengabdiannya Florence Nightingale diberi gelar “ The Lady With The Lamp “ menjadi pola anutan keluarga besar Akper Metuari Waya Manado.

Dian Berwarna Kuning Putih

Sebagai lambang kesucian dan ketulusan dalam merawat orang sakit.

Palang Hijau

Lambang Kesehatan karena keperawatan adalah bagian dari pelayanan kesehatan pada umumnya

Tiga Garis Hitam Horisontal     Dibawah Kaki Dian

Melambangkan tri dharma perguruan tinggi

Dian dan Tri Dharma Perguruan Tinggi Bertumpu pada Lambang Metuari Waya yang berwarna Emas.

 Emas murni tidak akan berubah warna oleh pengaruh lingkungan

 Kependekan dari Metuari Waya (bahasa Minahasa)Versi Tountemboan:

      Metuari   :   Bersaudara

      Waya      :   Semua

Artinya Semua Bersaudara, (bahasa manado = Torang Samua Basudara) Metuari Waya punya filosofi yang mengganggap semua orang/pasien/klien yang dilayani oleh perawat adalah saudara sendiri.

Warna merah

Sebagai lambang berani artinya seorang perawat harus berani bertindak untuk kepentingan klien/pasien

Tunas Kelapa

Akademi Keperawatan Metuari Waya Manado sebagai lambang pembinaan generasi muda

Warna Putih Yang Melingkari Warna Merah

Lambang Suci : Dalam merawat orang sakit/klien dengan hati yang bersih tanpa kecenderungan emosional dan tidak pilih kasih dalam melayani klien.

Bentuk Lambang Segi Lima

Melambangkan Pancasila yang menjadi dasar dari seluruh kegiatan pendidikan maupun tugas-tugas perawatan

 

Melalui proses yang panjang, dengan memenuhi akreditasi melalui kantor Wilayah Departemen Kesehatan RI Propinsi Sulawesi Utara, maka terbitlah Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI. Nomor HK.00. 06. 1. 1. 1126 tanggal 10 April 1995. Berdasarkan SK tersebut, Akademi Keperawatan Metuari Waya Manado menerima mahasiswa baru dan mulai kegiatan pendidikan pada bulan Agustus 1995, dan diresmikan oleh Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan RI Propinsi Sulawesi UtaraDr. S.A. Tandayu, SKM dan pada tanggal 2 November 1995 dengan Ketua Yayasan Metuari Waya Manado Drs. Jordan Kuhu, BSc, serta Direktur pertama Akademi Keperawatan Metuari Waya Manado Ny. J.A. Mandang-Kolompoy, SKMKemudian pada bulan Agustus 1998 diangkat Dra. Joke J. Pijoh, BSc sebagai Direktur menggantikan direktur pertama tersebut. dengan kegiatan pendidikan menyewa gedung Ajudan Jenderal REM 1331 Santiago Jln. Ahmad Yani Sario Manado sampai tahun ajaran 2002/2003 kemudian pada tahun Ajaran 2003/2004 pindah di gedung milik Akademi Keperawatan Metuari Waya dengan Alamat Jln. Maruasey Lingkungan IV Kelurahan Malalayang Dua Manado sampai saat ini. Pada tahun 2009 dikeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional R.I. No. 96/D/O/2009 tentang Pemberian Ijin Pengalihan Pembinaan Akademi Keperawatan (AKPER) Metuari Waya Manado di Manado dari Departemen Kesehatan ke Departemen Pendidikan Nasional diselenggarakan oleh Yayasan Metuari Waya Esa Manado di Manado.

Pada tahun 2011 dikeluarkan Keputusan BAN-PT No.026/BAN-PT/Ak-XI/Dpl-III/XII/2011 meyatakan bahwa Program Studi Diploma Tiga Keperawatan, Akademi Keperawatan Metuari Waya Manado terakreditasi dengan peringkat Akreditasi C kemudian Keputusan Kementerian Pendidikan Nasional Kopertis Wilayah IX Sulawesi No.8374/D/T/K-IX/2011 tentang Perpanjangan Ijin Program Studi Keperawatan Jenjang D-III di Akademi Keperawatan Metuari Waya Manado.

Pada tahun 2016 telah diakreditasi oleh LAMPTKes berdasarkan keputusan No.0840/LAM-PTKes/Akr/Dlp/X/2016 dengan peringkat C (cukup/Fair) berlaku sampai dengan 1 Oktober 2021.

Pada tahun 2013 berdasarkan Keputusan Pengurus Yayasan Metuari Waya Esa Manado No. 040/KPTS/I/2013 tentang Pengangkatan Direktur pada Akademi Keperawatan Metuari Waya Manado. Dari Direktur yang kedua Ibu Dra. Joke J. Pijoh,BSc di angkat Ns. Erna Purwanti,S.Kep,M.Kes sebagai Direktur yang ke tiga pada bulan Januari 2013 sampai sekarang.

Jumlah lulusan dari tahun 1998 s/d 2016 Akademi Keperawatan Metuari Waya Manado telah telah meluluskan 1143 lulusan. Lulusan Akademi Keperawatan Metuari Waya Manado sampai saat ini sudah terserap di lapangan kerja baik PNS, Swasta, TNI/POLRI bahkan di Luar Negeri.

Demikian sejarah singkat Akademi Keperawatan Metuari Waya manado sejak berdiri tahun 1995 sampai saat ini tahun 2017.